Analisis Aliran Energi dan Jejak Karbon pada Proses Produksi Mikro/Kecil
A. Profil Unit Usaha
& Diagram Alir (Flowchart)
Objek kajian dalam
laporan ini adalah industri tahu skala kecil (UMKM) yang dianalisis menggunakan
data sekunder, tanpa observasi langsung ke lapangan. Data diperoleh dari:
- Video dokumenter proses produksi tahu
UMKM di Indonesia https://youtu.be/qZzZyOpe39c?si=73dsBlqrNOxbU3_-
- Jurnal penelitian ilmiah yang
membahas konsumsi energi, emisi karbon, dan efisiensi proses produksi tahu
Jenis Produk : Tahu putih
Skala Produksi : Industri kecil / rumah tangga
Kapasitas Produksi (berdasarkan literatur): ± 3.000 potong tahu per bulan
Titik masuk energi pada
proses produksi:
- Mesin penggiling → energi listrik
- Tungku perebusan → energi LPG
- Lampu penerangan → energi listrik
B. Identifikasi Sumber
dan Intensitas Energi
Sumber Energi yang
Digunakan
Berdasarkan jurnal dan
video dokumenter, industri tahu skala kecil menggunakan sumber energi berikut:
Listrik PLN
- Mesin penggiling kedelai
- Pompa air
- Penerangan area produksi
LPG
- Proses perebusan bubur kedelai
Klasifikasi Energi
Direct Energy
- Energi yang digunakan langsung dalam proses produksi:
- LPG untuk perebusan
- Listrik untuk mesin penggiling
Indirect Energy
Energi pendukung operasional:
- Listrik untuk lampu dan pompa air
Estimasi Penggunaan
Energi per Bulan
|
Jenis Energi |
Jumlah |
|
Listrik |
450 kWh/bulan |
|
LPG |
15 tabung LPG 3 kg/bulan (45 kg LPG) |
C. Perhitungan Dasar
(Analisis Kuantitatif)
1. Konversi Energi ke
Satuan Mega Joule (MJ)
Energi Listrik
Faktor konversi: 1 kWh = 3,6 MJ
Energi LPG
Nilai kalor LPG ≈ 46 MJ/kg
Total Konsumsi Energi
Bulanan
2. Intensitas Energi
Jumlah produksi:
- 3.000
potong tahu per bulan
3. Estimasi Jejak Karbon (Emisi CO₂)
Emisi dari Listrik
- Faktor
emisi listrik PLN = 0,85 kg CO₂/kWh
Emisi dari LPG
- Faktor
emisi LPG = 2,9 kg CO₂/kg
Total Emisi CO₂ Bulanan
D. Analisis Efisiensi dan Rekomendasi
Identifikasi Kehilangan Energi (Energy Loss)
Berdasarkan hasil kajian jurnal dan observasi visual
dari video dokumenter, beberapa potensi kehilangan energi pada industri tahu
skala kecil antara lain:
- Panas
dari tungku perebusan yang terbuang ke lingkungan karena tidak adanya
isolasi termal.
- Efisiensi
pembakaran LPG yang rendah akibat desain tungku tradisional.
- Mesin
penggiling beroperasi pada kapasitas yang tidak optimal.
- Tidak
adanya pemanfaatan panas sisa (waste heat) dari proses perebusan.
Rekomendasi Peningkatan Efisiensi Energi
- Peningkatan
Efisiensi Tungku
Menggunakan tungku dengan desain pembakaran yang lebih efisien atau menambahkan isolasi panas untuk mengurangi kehilangan energi termal. - Optimalisasi
Operasional Mesin
Mengoperasikan mesin penggiling sesuai kapasitas desain agar konsumsi energi per potong tahu dapat ditekan. - Pemanfaatan
Panas Sisa
Panas sisa dari proses perebusan dapat dimanfaatkan untuk memanaskan air perendaman kedelai sehingga mengurangi kebutuhan energi tambahan.
Kesimpulan
Berdasarkan data sekunder dari jurnal penelitian dan video dokumenter, industri tahu skala kecil memiliki konsumsi energi sekitar 3.690 MJ per bulan, dengan intensitas energi sebesar 1,23 MJ per potong tahu dan emisi karbon sekitar 513 kg CO₂ per bulan. Upaya peningkatan efisiensi energi melalui perbaikan teknologi dan manajemen operasional berpotensi menurunkan konsumsi energi dan dampak lingkungan secara signifikan.
Daftar
Pustaka
- Nugraha, A. W., Larassati, D. P.,
& Wulandari, A. D. (2024). The Greenhouse Gas Analysis using Life
Cycle Assessment (LCA) in Small Scale Tofu Industry. Jurnal Teknologi
Industri Pertanian.
- Markumningsih, S., Purwantana, B.,
& Sutiarso, I. (2024). Audit Energi pada Berbagai Jenis Industri
Tahu Berdasarkan Teknologi Pemasakannya. Jurnal Teknotan.
- Ropiudin, & Syska, K. (2025). Green
Manufacturing for Rural Tofu SMEs. Jurnal Agroindustri.
- YouTube. Intip Proses Pembuatan
Tahu Langsung dari Home Industri. https://youtu.be/qZzZyOpe39c?si=W0oeCHKchUVoL8t7

Tidak ada komentar:
Posting Komentar